Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

architecture, building, business-1868667.jpg

Perbedaan GDP dan GNP

Mungkin anda pernah mendengar mengenai istilah GDP dan GNP. Keduanya memang merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang mengukur kemajuan perekonomian suatu negara. Sekilas memang terkesan sama, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Yuk simak penjelasan apa perbedaan GDP dan GNP!

GDP merupakan akronim dari (Gross Domestic product) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan GNP merupakan akronim dari (Gross National Product), yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Produk Nasional Bruto (PNB).

Selengkapnya mengenai definisi PDB https://ekonomiaw.id/pendapatan-nasional-adalah/

Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa akhir yang diproduksi di suatu negara dalam kurun waktu tertentu.

Perlu digarisbawahi disini bahwa PDB adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi suatu negara. Ini berarti barang dan jasa apapun yang diproduksi di negara itu terhitung dalam PDB, baik oleh warga negara ataupun warga asing. Seperti pabrik Xiaomi di Indonesia, perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia dihitung dalam PDB.

Produk Nasional Bruto (PNB) adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh warga negara dalam kurun waktu tertentu.

Sedangkan PNB merupakan nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh warga negara, dimanapun ia berada. Sehingga gaji WNI yang bekerja di perusahaan indonesia di Amerika misalnya, terhitung dalam PNB. Namun pabrik Xiaomi di Indonesia tidak terhitung.

Dapat disimpulkan bahwa PDB mempertimbangkan lokasi produksi barang dan jasa, sedangkan PNB mempertimbangkan kewarganegaraan. Sehingga TKW yang bekerja di luar negeri dihitung dalam PNB, namun tidak dihitung dalam PDB.

Cara menghitung GDP dan GNP

Ada tiga pendekatan yang umum digunakan untuk menghitung GDP, yaitu pendekatan pengeluaran, pendapatan dan nilai tambah. Ketiga metode ini secara teoretis akan memiliki nilai yang sama, namun idm free download with crack akan ada sedikit perbedaan karena statistik.

Pendekatan pengeluaran
Y = C + G + I + (X – M)

Y = GDP/ pendapatan nasional
C = Konsumsi
G = Pengeluaran Pemerintah
I = Investasi
X = Ekspor
M = Impor

Perlu diingat bahwa yinvestasi disini adalah investasi bisnis, ibaratnya konsumsi oleh sektor bisnis. Investasi di produk keuangan seperti membeli saham dan obligasi, tidak masuk dalam GDP.

Pendekatan pendapatan
Y = r + i + w + p

Y = GDP/ pendaptan nasional
r = Pendapatan sewa
i = Pendapatan upah
w = Pendapatan bunga
p = Laba/ pendapatan usaha

Pendekatan produksi
Y = ΣP.Q

P = Harga
Q = Kuantitas
(tanda Σ (sigma) berarti total)

Lalu jika kita ingin mengetahui GNP, kita bisa menggunakan rumus yang simpel ini

GNP = GDP + Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Income from Abroad)

Dimana pendapatan Neto dari luar negeri merupakan pendapatan dari warga negara yang bekerja di luar negeri dikurangi pendapatan dari warga negara asing yang bekerja di dalam negeri.

Apabila Pendapatan Neto dari luar negeri bernilai negatif, maka GDP > GNP dan apabila Pendapatan Neto dari luar negeri bernilai positif, maka GDP < GNP

Contohnya Indonesia GDP nya lebih besar daripada GNP nya, maka pendapatan neto dari luar negeri bernilai negatif. Atau dengan kata lain pendapatan dari warga negara yang bekerja di luar negeri lebih besar daripada pendapatan dari warga negara asing yang bekerja di dalam negeri.